Showing posts with label Ekonomi Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi Bisnis. Show all posts

Saturday, March 19, 2011

ASET BMT VENTURA BERTAMBAH 100%

Diposkan oleh wahyuekop di 2:07 PM ,
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Aset PT

Permodalan BMT Ventura bertambah 100

persen hingga Oktober 2010. Lembaga

keuangan berbasis syariah yang menyasar

para pengusaha mikro dan kecil ini

mendapatkan sumber dana dari modal,

investor, dan bank.

Direktur Utama BMT Ventura, Saat

Suharto, menerangkan, sejak berdiri tahun

2006 silam, pertumbuhan aset

perusahaan terus menunjukkan tren

positif. Pada tahun 2007, aset BMT

Ventura baru mencapai Rp 8,1 miliar.

Kepercayaan investor terus menggenjot

pertumbuhan aset tahun berikutnya

dengan nilai mencapai Rp 21,3 miliar pada

2008 dan Rp 31,7 miliar pada tahun

2009.

“Tahun ini, sampai Oktober kemarin, aset

perusahaan sudah mencapai Rp 62 miliar

atau naik 100 persen lebih dibandingkan

tahun 2009,” papar Saat di Jakarta,

Selasa (2/11).

Saat optimistis, aset BMT Ventura akan

terus meningkat sampai akhir tahun

dengan sasaran mencapai Rp 84 miliar.

Tambahan aset Rp 22 miliar lainnya

diproyeksikan datang dari sejumlah

investor yang sudah berkomitmen

menyalurkan investasinya kepada BMT

Ventura.

Setidaknya ada empat bank syariah yang

sudah menjalin komitmen investasi

kepada BMT Ventura, yaitu Bank BTN

Syariah, Bank Syariah Mandiri, Bank

Muamalat Indonesia, dan Bank BNI

Syariah. “Ada juga komitmen dari PT

Pembangunan Perumahan yang ingin

menambah penyaluran dana PKBL

(Program Kemitraan Bina Lingkungan,

red) mereka,” imbuh Saat.

Red: Krisman Purwoko

Rep: EH Ismail

Tuesday, March 15, 2011

CMIB LUNCURKAN LAYANAN BERBASIS SYARIAH

Diposkan oleh wahyuekop di 10:13 AM ,
REPUBLIKA.CO.ID,BANGKOK--Geliat
bank swasta untuk mengembangkan
sistem perbankan syariah tidak hanya
semarak di Indonesia saja, tapi juga
terjadi di Thailand. Sebab, di negara
dengan mayoritas penduduknya menganut
agama Budha itu, sistem finansial islami
ini sudah mulai bisa diterima oleh
masyarakatnya.
President and CEO CIMB Thai, Subhak
Siwaraksa, mengatakan penduduk di
Thailand sudah mulai tertarik pada produk
perbankan syariah, meskipun
instrumennya masih sangat minim.
Karena itu, CIMB Thai berencana
menerbitkan sukuk di Thailand, seperti
yang sudah dilakukan di Malaysia bekerja
sama dengan CIMB Grup. Meski sudah
ada niat, CIMB Thai masih mengunggu
waktu yang tepat untuk menerbitkan
sukuk. "Kerena tidak gampang juga
keluarkan sukuk bond di Thailand meski
pangsa pasarnya cukup bagus. Masih perlu
banyak sosialisasi," kata Subhak, kepada
Republika di Kantor Pusat CIMB Thai,
Bangkok, Thailand, Jum’at (11/3).
Selain perlu banyak sosialisasi,
perkembangan perbankan syariah di
Thailand terkendala minimnya
infrastruktur. Karena, sistem
pembayarannya masih terbiasa dengan
obligasi konvensional, bukan sistem bagi
hasil syariah.
Selama ini sistem syariah Thailand banyak
dijalankan oleh The Islamic Bank of
Thailand. Meski CIMB Thai tidak punya
anak usaha syariah, namun mengacu pada
induknya, CIMB Grup, penerbitan
instrumen sukuk akan membuka peluang
untuk pengembangan perbankan syariah
di Thailan dengan 80 persen penduduknya
memeluk agama Budha. “Penduduk
muslim di sini sekitar 10 persen," kata
Subhak.
Red: Krisman Purwoko
Rep: Muhammad Fakhruddin

BSM Target Aset Rp 40 Triliun

Diposkan oleh wahyuekop di 10:03 AM ,
REPUBLIKA.CO.ID,DEPOK
- Bank Syariah Mandiri
(BSM) menargetkan aset
tumbuh hingga Rp 40
triliun di 2011. Direktur Pembiayaan
Mikro dan Kecil BSM, Hanawijaya,
mengatakan pihaknya mengharapkan
terjadi peningkatan aset Rp 9 triliun dari
posisi Rp 32 triliun di 2010.
''Kita akan mengkonsentrasikan
pembiayaan sekitar 70 persen pada
UMKM (Usaha Mikro Kecil dan
Menengah),'' katanya saat ditemui
Republika di Kampus Universitas
Indonesia, Depok, Kamis (10/3).
Sektor UMKM akan digenjot kontribusinya
sekitar Rp 5 triliun. Sementara, BSM akan
tetap menggarap sektor komersial 30
persen. Dengan ini, pembiayaan
diharapkan akan mencapai Rp 7 triliun.
Untuk menggenjot Dana Pihak Ketiga
(DPK), BSM akan melakukan ekspansi
jaringan. Hanawijaya mengaku Bank
Umum Syariah (BUS) ini bakal membuka
240 cabang baru di seluruh tanah air. ''Di
semester satu ini, kita harapkan 70
persen bakal tercapai. Sedangkan, sisanya
di semester dua,'' katanya lagi.
Per Desember 2010, BSM mencatat
pembiayaan sebesar Rp 24 triliun. Untuk
DPK, BSM mencatat pengumpulan dana
sebesar Rp 29 triliun.
Red: Didi Purwadi
Rep: Sefti Oktarianisa

BEI Berencana Luncurkan Indeks Syariah

Diposkan oleh wahyuekop di 9:52 AM ,
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Bursa Efek
Indonesia (BEI) berkomitmen
mengembangkan pasar modal Indonesia
dengan berencana meluncurkan indeks
syariah di bursa lokal tahun ini. Direktur
Utama BEI Ito Warsito di Jakarta, Senin
mengatakan, permintaan (demand)
terhadap instrumen investasi syariah di
pasar modal begitu besar, dengan adanya
indeks syariah akan menambah pilihan
investasi bagi investor.
"Instrumen investasi berbasis syariah
demand-nya cukup besar, instrumen
syariah yang kita tawarkan saat in masih
terbatas," katanya.
Hingga saat ini pengembangan indeks
syariah masih dalam tahap pembahasan.
Ia menambahkan, Badan Pengawas Pasar
Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-
LK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI)
sedang melakukan pembahasan mengenai
kriteria efek syariah. Selama ini, lanjut
dia, peraturan efek syariah masih
mengacu pada peraturan Bapepam-LK No
II.K.1 tentang Kriteria dan Penerbitan
Daftar Efek Syariah.
"Peraturan yang ada sekarang nantinya
bisa ditambahkan atau dimaksimalkan
dari yang sudah ada, semuanya masih
dibahas. Diharapkan tahun ini indeks
syariah dapat diluncurkan," katanya.
Dalam peraturan Bapepam-LK No II.K.1
disebutkan, daftar efek syariah meliputi
Surat Berharga Syariah Negara (SBSN),
Efek yag diterbitkan oleh emiten
menyatakan kegiatan usaha serta cara
pengelolaan usahanya dilakukan
berdasarkan prinsip syariah sebagai
tertuang dalam anggaran dasar.
Selain itu, Sukuk yang diterbitkan oleh
Emiten termasuk Obligasi Syariah yang
telah diterbitkan oleh Emiten sebelum
ditetapkannya Peraturan ini.
Ia mengatakan, Indonesia yang
merupakan negara terbesar muslim di
dunia dapat menjadikan Indonesia sebagai
pusat pasar modal syariah di dunia.
"Diharapkan nantinya, setelah adanya
indeks syariah juga diimbangi dengan
adanya produk-produk yang menarik,"
katanya.
Fatwa Halal
Ito menambahkan, dalam
mengembangkan produk syariah yang
dianggap potensial itu, pihak bursa saat ini
juga sedang meminta fatwa halal kepada
Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama
Indonesia (DSN MUI). "Kita ingin
mendapatkan fatwa halal untuk
mekanisme perdagangan saham. Saat ini
masih dievaluasi di DSN MUI," ujarnya.
Ia mengatakan, dengan diperolehnya
sertifikat halal tersebut maka secara
otomatis akan dapat meningkatkan
jumlah investor yang masuk ke Bursa
Efek Indonesia. "Permintaan fatwa halal
itu sudah kami sampaikan pada DSN MUI,
karena beberapa kalangan masih ada yang
mempertanyakan hukum jual-beli saham
di bursa efek halal atau haram," ujarnya.
Secara terpisah, pengamat pasar modal
Cece Ridwan menyambut positif terhadap
rencana BEI meluncurkannya indeks
Syariah. Hal itu akan membuat pasar
modal dalam negeri berkembang lebih
luas lagi. "Dengan adanya indeks syariah
apalagi BEI sedang mengusahakan
mendapatkan fatwa halal ke MUI, dapat
menyingkirkan pikiran jual-beli saham
sebagai judi," ujarnya.
Menurutnya, membeli atau menjual suatu
saham perusahaan itu adalah suatu
bentuk keikutsertaan masyarakat dalam
mengelola perusahaan di Indonesia untuk
berkembang lebih baik. "Jadi unsur judi
disana sebenarnya tidak ada. Namun
persepsi ini lambat laun akan terkikis
seiring dengan sosialisasi yang dilakukan
oleh otoritas bursa untuk
memperkenalkan pasar modal Indonesia,"
ujar dia.
Red: taufik rachman
Sumber: antara

BPRS Al Salaam Genjot Aset Hingga Rp 235 M

Diposkan oleh wahyuekop di 9:37 AM ,
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Bank
Pembiayaan Rakyat Syariah Al Salaam
menargetkan pertumbuhan aset 35
persen. Direktur BPRS Al Salaam Cahyo
Kartiko mengaku optimis mampu
menggenjot aset hingga Rp 235 miliar
atau meningkat dari posisi sebelumnya Rp
171 miliar.
''Untuk pembiayaan, kami targetkan
peningkatan portofolio hingga mencapai
Rp 214,5 miliar,'' katanya pada
Republika, Selasa (8/3).
Per Desember 2010, BPRS Al Salaam
mencatat pembiayaan sebesar Rp 154,4
miliar, dengan akad murabahah sebesar
Rp 126,29 miliar dan akad mudharabah
sebesar Rp 3,1 miliar. Kendaraaan
bermotor mendominasi hingga 35 persen,
sementara mikro 15 persen, dan
multiguna, salah satunya modal kerja,
menyusun sisanya.
Di 2011, Cahyo mengaku pihaknya akan
semakin ekspansif pada pembiayaan
kendaraan bermotor dan modal kerja.
Produk Dana Talangan Haji (DTH) juga
bakal digenjot. BPRS Al Salaam juga akan
luncurkan produk baru gadai emas. Ia
menilai produk ini akan bermanfaat
terutama bagi nasabah pengusaha yang
membutuhkan dana cepat dengan proses
yang pendek.
Red: Stevy Maradona
Rep: Sefti Oktarianisa

Inggris Lebih Dulu Melaju, AS Malu-malu Lirik Ekonomi Syariah

Diposkan oleh wahyuekop di 9:29 AM ,
REPUBLIKA.CO.ID,
LONDON - Ballroom
sebuah hotel bintang lima
di jantung London, Inggris,
penuh dengan tarusan bankir, pengacara,
dan investor papan atas dunia. Mereka
yang datang dari berbagai negara di Asia,
Eropa, dan Timur Tengah, saling membuat
penawaran, dan banyak yang berakhir
pada penandatanganan kesepakatan. Satu
negara yang absen di acara ini: Amerika
Serikat.
Keuangan Islam -- yang kemudian makin
mendunia setelah Inggris mengadopsinya
-- telah berkembang pesat selama
dekade terakhir. Sistem ekonomi ini telah
menarik semua pemain internasional
kunci, meninggalkan Amerika Serikat
dalam industri global yang semakin
menguntungkan itu.
Saat krisis ekonomi menghantam dunia
dua tahun lalu, perbankan Islam menjadi
juru selamat. Sistem ini menjadi area
pertumbuhan utama untuk pembiayaan
internasional. Memang asetnya hanya
mewakili sekitar 2 persen sampai 3
persen dari aset keuangan global, atau
hampir 1 triliun dolar AS, tetapi tumbuh
rata-rata 25 persen setiap tahun.
Kini banyak negara berlomba untuk
menjadi pusat global bisnis keuangan
syariah. Untuk yang satu ini, London jauh
di depan dibanding New York: menjadi
mercu suar ekonomi syariah di Eropa.
Tak terbendungnya perkembangan
ekonomi syariah membuat gerah pihak
tertentu -- untuk tak menyebut Amerika
Serikat. "Telah ada resistensi untuk
memperluas pasar keuangan Islam di
negara tertentu," Mohamad Nedal Chaar
al, Sekretaris jenderal Accounting and
Auditing Organization for Islamic Financial
Institutions, badan internasional
terkemuka yang mengawasi industri ini,
saat ia menyambut delegasi ke konferensi
di London itu.
"Kami mengerti ada kurangnya
pengetahuan tentang sistem, tetapi
kadang-kadang semua berujung pada
Islamaphobia," katanya, dalam
sambutannya dipandang oleh banyak
orang sebagai serangan terselubung bagi
Amerika Serikat, di mana komentator
sayap kanan telah menyebut industri ini
sebagai "teror pembiayaan".
keuangan Islam sesuai dengan syariah,
atau hukum Islam, yang melarang bunga
dan membutuhkan kesepakatan yang
didasarkan pada aset berwujud, serta
memberikan beberapa isolasi dari
turbulensi kredit. Spekulasi dilarang, dan
risiko dibagi.
Lembaga think tank terkemuka AS, The
Center for Security Policy, akhir tahun lalu
menerbitkan sebuah laporan berjudul
US think tank Pusat Kebijakan Keamanan
akhir tahun lalu menerbitkan sebuah
laporan berjudul "Syariah: Ancaman bagi
Amerika", mengatakan bahwa praktik-
praktik mempromosikan syariah adalah
"tidak sesuai dengan konstitusi" dan harus
dilarang. Laporan ini didukung oleh
beberapa Partai Republik.
Mantan Ketua DPR, Newt Gingrich,
menyerukan hukum federal untuk
memastikan bahwa Syariah - termasuk di
dalamnya pembiayaan syariah - tidak
diakui oleh pengadilan AS.
Paul McViety, seorang pengacara yang
berbasis di Dubai dengan Clifford Chance
yang mengkhususkan diri di bidang
keuangan Islam, mengatakan ia sering
berbicara dengan klien yang berbasis di
Amerika Serikat, yang merupakan rumah
bagi 2,4 juta Muslim yang ingin lebih
mengerti tentang struktur pendanaan
Islam dan instrumennya. Apa hasil
pembicaraan itu?
Diam-diam, beberapa lembaga -- bukan
lembaga berlatar keislaman -- telah
mempelajari dan mulai menerapkan
prinsip-prinsip syariah dalam usahanya.
"Ada beberapa lembaga di AS yang
mengambil industri keuangan syariah
untuk mengeksplorasi sumber-sumber
pendanaan alternatif," kata McViety di
sela-sela konferensi itu.
GE Capital, lengan keuangan General
Electric, menjadi penerbit sukuk pertama
di AS, pada akhir tahun 2009. Ketika itu,
mereka mengeluarkan obligasi lima tahun
bernilai 500 juta dolar AS.
Freddie Mac, penyedia jasa keuangan AS
terbesar kedua khususnya di bidang
pembiayaan KPR, juga menawarkan
produk pembiayaan rumah Islami bagi
peminjam yang tidak mau membayar
bunga.
McViety mencatat bahwa Presiden AS
Barack Obama telah "memposisikan
dirinya untuk mencari sistem keuangan
alternatif". Namun, upayanya keburu
terendus dan mentah sebelum
diaplikasikan.
Benarkan ekonomi syariah identik dengan
fundamental Islam seperti ditakutkan
politisi Republik di AS? Sebagian besar
peserta konferensi di London itu sudah
hampir pasti menggeleng. Lihatlah Inggris
saat ini, yang mendampingkan ekonomi
syariah dengan ekonomi konvensional.
Maka jangan heran ketika berada di
sebuah lembaga pembiayaan syariah,
datang pasangan suami Istri kulit putih
yang hendak membeli properti dan
mengajukan permohonan KPR syariah.
Jangan kaget pula bila Bank Islam Inggris
-- menurut angka pemerintah -- kini
memiliki nilai aset tertinggi pada angka di
lebih dari 8 miliar pound (13 miliar dolar
AS), mengalahkan aset bank-bank syariah
di negara-negara mayoritas penduduknya
Muslim.
Red: Siwi Tri Puji B
Sumber: AP

Afghanistan Resmikan UU Perbankan Syariah

Diposkan oleh wahyuekop di 2:47 AM ,
REPUBLIKA.CO.ID,DUBAI - Bank Sentral
Afghanistan berharap undang-undang
perbankan syariah akan mulai diresmikan
pada September 2011. Saat ini jutaan
warga negara tersebut mempercayakan
miliaran dana mereka di bank
konvensional.
Director General Bank Sentral Afghanistan
untuk Departemen Pengawas Keuangan,
Muhammed Qaseem Rahimi, mengatakan
pihaknya akan bertemu dengan Dewan
Syariah Bank Sentral, pengawas
perbankan syariah di Afghanistan, dalam
waktu dekat ini. Langkah tersebut untuk
memfinalisasi draf aturan perbankan
syariah di Afghanistan. Setelahnya, Bank
Sentral baru akan mengajukan aturan ini
ke Departemen Kehakiman dan
Parelemen Afghanistan untuk mendapat
persetujuan.
''Kebanyakan orang di Afghanistan tidak
menggunakan jasa bank karena mereka
percaya sistem yang dipakai tidak islami,''
kata Rahimi sebagaimana dikutip Reuters.
Ia mengaku permintaan akan munculnya
bank syariah di Afghanistan amat tinggi,
terutama dari populasi masyarakat bukan
pengguna bank konvensional.
Afghanistan memiliki 17 bank
konvensional. Dari total keseluruhan,
hanya enam bank yang memiliki unit
syariah. Bank Sentral Afghanistan
berharap peresmian aturan perbankan
syariah di negara tersebut akan mampu
menumbuhkan bank syariah di negara
tersebut. ''Terutama karena hukum yang
ada sudah jelas,'' ujarnya.
Red: Didi Purwadi
Rep: Sefti Oktarianisa
Sumber: Reuters

Monday, March 14, 2011

India Buka Sekolah Investasi Syariah

Diposkan oleh wahyuekop di 9:34 AM ,
REPUBLIKA.CO.ID,
MUMBAI - Sebuah
lembaga manajemen
keuangan di India,
Pragmatic Wealth Management Pvt bakal
membuka sekolah khusus yang
mempelajari investasi syariah pertama di
India. Bukan hanya mempelajari keuangan
syariah secara global, akademi ini pun
nantinya akan memperdalam kajian
tentang bursa syariah, pasar modal
syariah dan perbankan syariah.
Menurut Direktur Operasional Pragmatic
Wealth Management, Imtiaz Merchant,
pihaknya mendirikan akademi ini guna
mengajak generasi muda India untuk
berkecimpung di keuangan syariah. "Selain
itu, ini juga dilakukan untuk mendorong
partisipasi masyarakat Muslim India
dalam mempopulerkan keuangan Islam,
karena memang pasrtisipasi mereka
masih amat minim," ujarnya seperti
dilansir Menaf, Ahad (6/3) lalu.
Ia mengatakan nantinya para ahli
Pragmatic Wealth Management akan
bekerja sama dengan sejumlah
perusahaan yang bergerak di bidang
keuangan Islam, untuk mendidik pekerja
perusahaan itu. Dikatakannya, pihaknya
kini tengah memfinalisasi kelayakan
proyek ini. Selain itu, lembaga ini pun
kerap melakukan pertemuan dengan
sejumlah ulama. Hal ini dilakukan guna
menyusun aturan standar hal-hal yang
dilarang dalam investasi syariah, baik riba,
maupun perusahaan yang tak sesuai etika
syariah, seperti minuman keras dan
rokok.
Komentar senada juga diutarakan
Direktur Utama, Pragmatic Wealth
Management, MY Khan. "Kebutuhan
untuk para profesional terlatih pada
keuangan Islam amat mendesak karena
secara global, hal ini menjadi mode dan
membutuhkan banyak orang untuk
berkecimpung di dalamnya," ujarnya.
Selain itu, diutarakannya memajukan
keuangan syariah melalui pendidikan
merupakan kewajiban bagi umat Muslim.
Hal ini dilakukan agar pekerja di industri
keuangan syariah benar-benar faham
dengan inti-inti ajaran keuangan Islam.
"Aku ingat orang yang datang kepada
saya menangis karena mereka telah
kehilangan tabungan mereka di bank
Islam. Mereka mengklaim sebagai
pengikut Islam, tetapi tidak mengikuti
prinsip-prinsip transparansi dan
akuntabilitas ditetapkan dalam Al Quran,"
tegasnya.
Akademi investasi syariah tersebut
diperkirakan akan mulai dibuka tahun ini.
Meski didominasi mayoritas Hindu,
penduduk Muslim diperkirakan mencapai
14 persen dari total keseluruhan populasi.
Sementara itu, sebelumnya Bursa Efek
Bombay mengeluarkan indeks syariah,
Tasis Indeks Syariah 50. Indeks yang
resmi diluncurkan akhir 2010 ini,
diperkirakan bukan hanya menarik
kelompok muslim tapi juga komunitas
lain, yang tertarik pada investasi produk
etis dan bertanggung jawab sosial.
Kepala Bursa Efek Bombay, Madhu
Kannan menilai pengenalan indeks syariah
di bursa India dapat menarik modal ke
India dari Teluk, Eropa, dan Asia
Tenggara. "Indeks ini akan menciptakan
kesadaran pada investasi keuangan dan
membantu meningkatkan inklusi
keuangan juga membangun dasar untuk
lisensi untuk pembangunan produk
Syariah," ujarnya.
BSE Indeks 50 lahir atas kerja sama BSE
dan lembaga investasi syariah di India,
TASIS. Indeks ini terdiri dari 50 saham
syariah sejumlah perusahaan raksasa
India seperti Reliance, Bajaj Auto, Ashok
Leyland, Siemens, Tata Global, Bharti
Airtel, dan Hindalco.
Red: Djibril Muhammad
Sumber: Sefti Oktarianisa

BMT Indonesia Kelola Aset Rp 3 Triliun

Diposkan oleh wahyuekop di 9:17 AM ,
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--
Pertumbuhan lembaga keuangan mikro
syariah (LKMS) di Indonesia makin
menunjukkan tren kemajuan yang
signifikan. Dengan sasaran utama para
pelaku usaha mikro dan super mikro yang
umumnya berada di pedesaan, LKMS
menjelma menjadi penggerak ekonomi
rakyat kecil yang tangguh.
Sampai saat ini, sudah terdapat sekitar
tiga juta nasabah mikro yang memperoleh
pembiayaan dari LKMS atau Baitul Mal wa
Tamwil (BMT). Aset yang dikelola LKMS/
BMT pun sudah menyentuh angka Rp 3
triliun.
Ketua Umum BMT Center, salah satu
organisasi nasional yang memayungi BMT/
LKMS, Jularso, menjelaskan, saat ini
sudah ada sekitar 4.000 LKMS/BMT yang
tersebar di seluruh Indonesia.
“Umumnya berbadan hukum koperasi jasa
keuangan syariah (KJKS) atau koperasi
simpan pinjam syariah (KSPS),” kata
Jularso, di Jakarta, Selasa (19/10).
Jularso melanjutkan, tren pertumbuhan
BMT/LKMS bisa tercermin dari kondisi
organisasinya. Pada tahun 2005 lalu saat
BMT Center berdiri, anggota yang
bergabung baru 96 unit BMT dengan aset
sekitar Rp 364 miliar. Aset para anggota
BMT Center terus tumbuh seiring waktu
dan perkembangan serta perluasan
jaringan.
Pada tahun 2006, lanjut Jularso, aset
anggota BMT Center menjadi Rp 458
miliar. Tahun berikutnya, aset anggota
meningkat lagi menjadi Rp 695 miliar.
Kemudian berturut-turut pada tahun
2008 dan 2009 aset para anggota BMT
Center berkembang menjadi Rp 1 triliun
dan Rp 1,6 triliun. “Sekarang aset anggota
BMT Center sudah sekitar separuh atau
50 persen dari total aset seluruh BMT
yang ada di Indonesia,” katanya.
Dikatakan, terus meningkatnya aset BMT/
LKMS membuktikan jika lembaga
tersebut mampu menunjukkan diri
sebagai lembaga yang andal terkait
menghimpun dan menyalurkan dana
masyarakat “Bahkan terbilang luar biasa
karena mayoritas anggota dan
nasabahnya adalah pelaku usaha berskala
mikro yang selama ini tidak
diperhitungkan oleh perbankan sebagai
sumber dana,” papar Jularso.
Guna terus meningkatkan kinerja dan
profesionalisme pengelolaan BMT serta
penguatan konsolidasi, akhir pekan ini,
Jumat (22/10) hingga Ahad (25/10),
BMT Center akan menggelar konferensi
dan lokakarya (workshop) pimpinan
puncak BMT yang diselenggarakan di
Jakarta.
Perhelatan bertajuk BMT Summit 2010
tersebut merupakan wahana peningkatan
wawasan bisnis, ekonomi, sosial, politik,
dan pembangunan jejaring para pelaku
LKMS/BMT di Indonesia. Ketua Panitia
BMT Summit 2010, Awalil Rizki,
menerangkan, acara akan diisi oleh para
pengusaha nasional seperti Aksa Mahmud,
Haryadi Sukamdani, Sandiaga S Uno, dan
Anindya Bakrie.
Ada pula para pakar ekonomi nasional
seperti Anggito Abimanyu, Gunawan
Sumodiningrat, dan Adiwarman A Karim.
Sementara di bidang politik, BMT Summit
2010 akan menghadirkan Anies Baswedan
(Rektor Universitas Paramadina).
Narasumber lainnya, lanjut Awalil, berasal
dari kalangan praktisi keuangan mikro
syariah dan pemberdayaan masyarakat,
antara lain Eri Sudewo (pendiri Dhompet
Dhuafa Republika), Saat Suharto (CEO PT
Permodalan BMT Ventura), dan Jularso
(Ketua Umum BMT Center). “Kami
berharap dari BMT Summit 2010 nanti
bisa ada suntikan ilmu dan ide-ide baru
untuk meningkatkan potensi
pengemabngan BMT atau LKMS di
tengah-tengah masyarakat kecil,” tandas
Awalil.
Red: Krisman Purwoko
Rep: EH Ismail

Standardisasi Polis Syariah Perlu Dipahami Bersama

Diposkan oleh wahyuekop di 9:05 AM ,
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--
Standardisasi polis membuat industri
asuransi syariah memiliki standar baku
terhadap penulisan polis asuransi syariah.
Direktur Utama Harahap Business
Consulting, Hadry Harahap, mengatakan
adanya kebakuan polis di asuransi syariah
akan dapat memberikan penjelasan lebih
detail kepada peserta asuransi.
Namun, ia menambahkan, setidaknya
sebelum standardisasi tersebut digunakan
dapat dibentuk suatu majelis atau tim
untuk dimintai pendapatnya mengenai
standardisasi polis itu. ''Jadi dibuat sebuah
pertemuan dan di sana diundang ahli
hukum positif maupun syariah, lalu para
pelaku asuransi syariah dan salah satu
representatif dari nasabah. Jadi
memperoleh masukan secara
komprehensif,'' katanya, Selasa (22/6).
Dengan pembentukan tersebut, tambah
dia, maka akan dapat diketahui perspektif
masing-masing stakeholder asuransi
syariah. Di lain pihak, tambah dia, walau
standardisasi polis telah memasukkan
terminologi syariah di dalamnya, agen
pemasaran asuransi syariah tetap harus
dapat menjelaskannya kepada peserta
asuransi. Dengan demikian peserta akan
terbantu dalam memahami ketentuan
polis asuransi syariah.
Di sinilah, menurut Hadry, diperlukan agen
asuransi syariah yang mumpuni dan
memahami asuransi syariah. Asosiasi
Asuransi Syariah Indonesia (AASI) tengah
menyiapkan standardisasi polis asuransi
syariah. Di antaranya adalah penyebutan
penggunaan risk sharing dalam asuransi
syariah, bukan risk transfer, penajaman
penjelasan akad dalam polis, dan
penyelesaian sengketa asuransi syariah.
Red: Budi Raharjo
Rep: Yogie Respati

Daftar alamat BNI Syariah (part 2)

Diposkan oleh wahyuekop di 8:56 AM ,
Pasuruan
Jl. Jend. A Yani No. 21 Pasuruan
Telp. : (0343) 415017
Fax. : (0343) 415017
Godean
Jl. Godean Km. 5 No. 23 Yogyakarta
Telp. : (0274) 551577
Fax. : (0274) 551577
Cipulir
Jl. Ciledug Raya No. 9 C Jakarta
Telp. : (021) 72798377
Fax. : (021) 72798410
Cigondewah
Taman Kopo Indah II Blok
Ruko B. 1 No. 18 Desa Rahayu
Kec. Margaasih Kab. Bandung
Telp. : (022) 5425718, 5423497
Fax. : (022) 5423031
Banjarbaru
Jl. Ahmad Yani Km. 35
Banjarbaru, Banjarmasin
Telp. : (0511) 4778176
Fax. : (0511) 4778176
Departemen Agama
Gedung Departemen Agama
Jl. Lapangan Banteng Barat No. 3 - 4
Jakarta Pusat
Telp. : (021) 3518875, 3518902
Fax. : (021) 3518902
Pondok Indah Mall 2
Pondok Indah Mall 2 Lt. Dasar Blok G 33
E,
Jl. Metro Pondok Indah,
Jakarta
Telp. : (021) 75920944, 75920945
Fax. : (021) 75920945
Rajawali
Jl. Rajawali No. 16
Surabaya
Telp. : (031) 3529328
Fax. : (031) 3529328
Universitas Islam Bandung (UNISBA)
Jl.Tamansari, Bandung
Telp. : (022) 4214554, 4214664
Fax. : (022) 4200576
Batu
Jl. Panglima Sudirman No. 56
Batu, Malang.
Telp. : (0341) 590145
Fax. : (0341) 590146
Gowa
Ruko Graha Satelit Blok B No. 2
Jl. Sultan Hasanuddin Gowa
Telp. : (0411) 881167
Fax. : (0411) 881167
Tugu Mulyo
Jl. Lintas Timur Pasar Tugu
Mulyo, Lempuing, Kab. Ogan
Komering IIir.
Telp. : (0712) 7332001
Fax. : (0712) 7332002
Sungai Danau
Desa Sungai Danau, Kec. Satui
Kab. Kotabaru, Kalsel
Telp. : (0512) 61550, 2702568
Fax. : (0512) 61550
Binjai
Pertokoan Maju Bersama Blo9k A No. 3,
Jl. Sukarno-Hatta
Binjai Timur.
Telp. : (061) 8830585
Fax. : (061) 8829976
Kalimalang
Jl. Kalimalang Blok N No. 12/ H12
Jakarta Timur
Telp. : (021) 86607205, 86607206
Fax. : (021) 86610553
Bulusaraung
Jl. Gunung Bulusaraung No. 2 - 2 A
Makassar
Telp. : (0411) 328665
Fax. : (0411) 328663
Universitas Sultan Agung
Jl. Raya Kaliwage Km. 04
Semarang
Telp. : (024) 6592916
Fax. : (024) 6592915

Daftar alamat BNI Syariah (part 1)

Diposkan oleh wahyuekop di 8:52 AM ,
HEAD OFFICE :
Jl. Jend Sudirman Kav. 1 Lt. 9
Jakarta 10220
Telp. : (021) 5728773
Fax. : (021) 2511153
BRANCHES :
Yogyakarta
Jl. Kusumanegara No. 112
Umbulharjo Yogyakarta 55165
Telp. : (0274) 417222, 417555,
450374
Fax. : (0274) 417111
Pekalongan
Masjid Syuhada Jl. Pemuda No. 52 - 54
Pekalongan
Telp. : (0285) 434918, 434919
Fax. : (0285) 434920
Semarang
Jl. Ahmad Yani 152 Semarang
Telp. : (024) 8313247, 8315027
Fax. : (024) 8313217
Malang
Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 48 Malang
Telp. : (0341) 359129, 359130
Fax. : (0341) 359128
Banjarmasin
Jl. Jend. A. Yani KM 1,5 No. 30 - 31
Banjarmasin 65111
Telp. : (0511) 3273180, 3273182
Fax. : (0511) 3253522
Jakarta Timur
Komplek Graha Mas Pemuda
Blok AB 1 AB 2
Jl. Pemuda, Rawamangun - jakrta Timur
Telp. : (021) 47882681-84
Fax. : (021) 47882685
Jakarta Selatan
Komplek ITC Dutamas
Fatmawati Blok A1.2-3
Jl. R.S Fatmawati
Jakarta Selatan
Telp. : (021) 72798266, 72798267,
72798268
Fax. : (021) 27798733
Bandung
Jl. Buah Batu No.157 C
Bandung
Telp. : (022) 7314546, 7323142,
7323143
Fax. : (022) 7323141
Padang
Jl. Pattimura No. 10
Padang
Telp. : (0751) 841818, 841819
Fax. : (0751) 841808
Makassar
Jl. Andi Pangeran Pettarani
Komp. Ruko Business
Sardony No. 1 - 2
Panakukkang - Makassar
Telp. : (0411) 421188, 443558,
421388
Fax. : (0411) 443890
Medan
Jl. Kapten Maulana Lubis No. 12
Medan 20112
Telp. : (061) 4559520, 4559521
Fax. : (061) 25 22608
Palembang
Jl. Jend. Sudirman No. 67 - 68
Palembang (30126)
Telp. : (0711) 315999, 310751
Fax. : (0711) 310752
Prima Jakarta
Gedung Wisma Kyoie Prince Lt. 2 & 5
Jl. Jend. Sudirman Kav. 3
Jakarta Pusat
Telp. : (021) 5723039, 5723105
Fax. : (021) 5724148
Prima Surabaya
Jl. Raya Darmo No. 127 Surabaya
Telp. : (031) 5685315, 5685311
Fax. : (031) 5676289
Pekanbaru
Jl. Jend. Sudirman No. 484 Pekanbaru
Telp. : (0761) 859819, 859697,
859698, 859694, 859695
Fax. : (0761) 859697
Cirebon
Jl. Sisingamangaraja No. 28
Cirebon
Telp. : (0231) 246063, 246064,
246065, 246102, 246104
Fax. : (0231) 246105
Bogor
Jl. Pajajaran Raya No. 27 A - B Bogor
Telp. : (0251) 337306, 337620,
337687, 337828, 349308
Fax. : (0251) 384968
Surakarta
Jl. Slamet Riyadi No. 141 - 143
Surakarta
Telp. : (0271) 642032, 642023,
661350, 656855, 664348
Fax. : (0271) 662599
Balikpapan
Jl. Jend Sudirman No. 43 D - E
Balikpapan
Telp. : (0542) 731354, 732679,
737733
Fax. : (0542) 737733
Jakarta Utara
Jl. Boulevard Raya QA. I/1
Balikpapan
Telp. : (021) 4500695, 4500694,
45841585
Fax. : (021) 4514121
Bumi Serpong Damai
Jl. Pahlawan Seribu ITC BSD
No. 33 A & 35
Tangerang
Telp. : (021) 53153155, 53153144,
53161611
Fax. : (021) 53161611
Tanjungkarang
Jl. Jend. Sudirman No. 62
Tanjungkarang, Lampung
Telp. : (0721) 242430, 242528,
242517, 242394
Fax. : (0721) 242432
Kediri
Ruko Hayam Wuruk Trade Center
Blok A 5 - 6
Jl. Hayam Wuruk - Kediri
Telp. : (0354) 680966, 680952,
680977, 672677
Fax. : (0354) 672627
Jember
Jl. Ahmad Yani No. 39
Jember
Telp. : (0331) 489500, 420018,
420061
Fax. : (0331) 487617
SUB BRANCH :
Jepara
Jl. Veteran No. 37 Jepara
Telp. : (0291) 591532
Fax. : (0291) 591532
Bulaksumur
Jl. Bulaksumur No. H - 4 Yogyakarta
Telp. : (0274) 557088
Fax. : (0274) 557088
Tegal
Jl. Mayjen Sutoyo No. 50 Tegal
Telp. : (0283) 340715
Fax. : (0283) 340716
Commercial Center
Jl. AKC Ahmad Yani Blok A IX No. 9
Bekasi
Telp. : (021) 88964791
Jakarta Pusat
BNI JPU
Jl. Jend. Sudirman Kav. 1 Jakarta
Telp. : (021) 5729751 ext. 2359
Fax. : (021) 5729751
Tajur
Jl. Raya Tajur No. 88 D Bogor
Telp. : (0251) 392871
Fax. : (0251) 353662
Cimone
BNI Cimone
Jl. Beringin Raya Blok 42 No. 90 A/B
Perumnas I Karawaci Tangerang
Telp. : (021) 5579478
Fax. : (021) 5579478
Cianjur
Jl. Dr. Muwardi No. 70 Cianjur
Telp. : (0263) 273003
Fax. : (0263) 273003
Bukittinggi
Jl. Perintis Kemerdekaan No. 2 G
Bukittinggi
Telp. : (0752) 628500
Fax. : (0752) 628766
Sisingamangaraja
Jl. Sisingamangaraja No. 4 D Medan
Telp. : (061) 7320002
Fax. : (061) 7320002
Libuk Linggau
BNI Lubuk Linggau
Jl. Yos Sudarso No. 288 Lubuk Linggau
Telp. : (0733) 323707
Fax. : (0733) 323707
UIN Syarif Hidayatullah
Kampus UIN Syarif Hidayatullah,
Jl. IR. Juanda - Ciputat
Telp. : (021) 74416282
Fax. : (021) 74716485
Pasar Koja
Jl. Kramat Jaya No. 20 Blok 3-4 Jakarta
Telp. : (021) 70945566

Saturday, March 12, 2011

IHSG Berakhir di Zona Negatif Mengikuti Bursa Regional

Diposkan oleh wahyuekop di 5:34 AM ,
Jumat, 11 Maret 2011 08:44:22
WIB
Jakarta, (tvOne).
Bursa utama Dunia pada penutupan
perdagangan Kamis, (10/3) berakhir
di zona negatif untuk Indeks Harga
Saham Gabungan (IHSG) mengikuti
bursa regional. IHSG ditutup turun
0,30 persen ke level 3.587,64
meruoakan penurunan pertama
setelah lima hari berturut-turut
menguat.
Sementara itu, indeks Dow Jones
pada penutupan perdagangan Jumat
dini hari (11/3) terpuruk cukup dalam
yakni hampir dua persen ke level
11.984,61. Indeks Standard & Poor's
500 juga turun 1,89 persen ke level
1.295,11 dan Indeks Nasdaq
merosot 1,84 persen ke level
2.701,02.
Hal yang sama juga terjadi dengan
Indeks FTSE London yang juga
ditutup cukup tajam 1,55 persen ke
level 5.845.